Sabtu, 10 Maret 2012

Catatan Untuk Temanku Yang Sudah diatas sana :')

     Teringat pada seorang sahabat,disaat masih duduk di bangku SD,sahabat bermain game,sahabat seideologi dan segala macam. Waktu Terus melaju hingga memasuki jenjang SMP,kita beda kelas tapi tetap saja kalau tidak aku berkunjung ke kelasmu pasti kau yang berkunjung ke kelasku. Pulang sekolah pun kita juga sama2,dengan semangat balapan dengan sepeda.Di hari minggu pun kita juga bersama,bermain kartu Yu-gi-Oh,bermain PS yah hal-hal menyenangkan yang dilakukan anak-anak. Suatu saat aku mendengar berita kau sakit,yah pikirku kau anak yang pintar,aktif wajarsaja sakit yang kabar yang kudengar kalo tidak salah karena kelelahan.Tapi betapa terkejutnya aku pada suatu sore mendengar kau sudah tiada, aku tak bisa berbicara apa2,yang kuingat aku langsung mengambil sepedaku ke parkiran sekolah dan dengan buru-buru kugayuh sepedaku ke rumahmu.
Tapi apa yang kudapat,kau belum sampai dirumah,bukan tepatnya jasadmu.  aku diam,tak sedikit pun aku terlihat sedih,menangis karena aku memang tipe yang tidak bs melihatkan kesedihanku kepada orang lain.Tapi didalam aku tak bisa mengucapkan apa2,sedih yang tak terlukiskan,seorang teman yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Karna jasadmu belum pulang dan haripun mulai gelap,kugayuh sepedaku pulang dengan pikiran yang masih tak jelas.Sampai dirumah,kukabari orang tuaku dan ternyata mereka telah mengetahui kabar itu. Mungkin karena orang tua kita bekerja di tempat yang sama. Yeah aku terlihat biasa,tapi saat aku ingin menyegarkan diri,seiring dengan jatuhnya air ke tubuhku air mata pun tak dapat terbendung. Air mata kesedihan kehilangan teman yang benar-benar telah kuanggap seperti saudara.Lalu aku berusaha untuk tenang,kuhapus air mata ku dan habis isya aku kembali kerumahmu. Dan ya,jasadmu telah sampai,dan ketika aku bertemu ibumu aku dipeluk,ibu meluapkan semua kesedihannya kepadaku,aku hanya bisa diam dan berkata pada ibumu "sabar mi",hanya itu yang kukatakan. 
Setelah itu kuhampiri jasadmu,kau terlihat tenang..yeah yang aku tau aku sudah kehilangan temanku,teman yang mengerti bagaimana aku,teman yang mengerti ideologiku.Aku hanya diam,dan aku hanya memandangi jasadmu.Tapi yang kusesalkan adalah aku tak bisa menghadiri pemakamanmu,ya karna aku tak kuat meliahat tanah-tanah itu menguburmu.Aku hanya bisa terdiam. Lama setelah kau tiada,aku selalu ke rumahmu,yah paling tidak aku bisa menghibur ibumu.Tapi aku malah merasa tidak tega,karena setiap aku datang kerumahmu,ibumu selalu menangis,dan ketika kutanya alasannya kepada ibumu,ibumu hanya menjawab " ketika mami melihat edo,mami jadi teringat sama anak laki-laki mami". Aku hanya bisa memaklumi,yah..tapi itu hanya sementara..karena aku tidak tega,setiap aku kerumahmu ibumu selalu meneteskan air matanya.

Terfikir olehku beginikah arti hadirku di rumahmu?dan hal yang paling aku ingat sampai sekarang yaitu saat ayahmu sedang memotong ranting pohon,dan ketika itu ayahmu digigit oleh semut dan sambil menggerutu ayahmu berkata"ah semut ini padahal tadi sudah mati,tapi ada lagi". Kontan ibumu berkata"mana ada yang begitu,kalau ada anakku pasti bisa kembali lagi".Aku sedih,tapi aku hanya diam,dan sadar hadirku hanya mengingatkan ibumu padamu. Aku mulai mengurangi kedatanganku kerumahmu,aku tau itu mungkin tidak baik,dan aku juga tahu ibumu selalu menanyai aku bahkan ke ibu dan ayahku kenapa aku tidak mampir kerumah lagi. Dan ibumu rela menghampiriku ke tempat aku bermain bola hanya untuk menyuruhku lain kali singgah. Sebenarnya aku tidak kuasa,aku jua rindu pada keluargamu,karna keluargamu sudah kuanggap keluargaku juga.Tapi aku hanya tidak tega melihat orang tuamu khususnya ibumu sedih,hanya itu.Makanya aku tak pernah mengunjungi rumahmu sampai sekarang.
Pernah terfikir untuk ke rumahmu setiap lebaran,dan aku sudah berada di depan pintu rumahmu,tapi selalu kugagalkan niatku entah mengapa. Setiap aku lewat di jalan depan rumahmu,aku selalu melihat ,memperhatikan apakah semua baik2 saja dari luar. Hingga adikmu memasuki SMA yang sama denganku,aku hanya diam dan sekedar menyapanya saja.Aku berfikir mungkin keluargamu sudah membenciku,tp ya aku juga tak mau suuzhon,jadi aku lebih memilih untuk diam. Aku masih ingat dulu semua orang menangisimu,semuanya mengangis padamu. Tapi aku tau semua itu hanya sebatas tangis sementara,dan lambat laun semua akan melupakanmu .Kenapa aku BERANI berkata demikian?,karna saat aku mengajak mereka kemakammu untuk menjengukmu mereka selalu berkata "duluan saja,oh iya titip doa saja".hahah,aku hanya miris melihat teman seperti itu.Bukan aku apa2,tapi aku sekarang tau siapa yang temanmu dan diapa yang tidak.Aku selalu menyempatkan kemakammu setiap hendak bulan puasa dan semua sudah kuperkirakan.Aku kemakam mu sesudah keluargamu menjengukmu,aku tak ingin mereka tau aku selalu ke makammu apalagi kepergok.aku tak ingin mereka tau, itu saja alasanku.
Hai teman,sekarang aku sudah segini,sudah kuliah tepatnya sudah 2 kali pindah universitas,dan tetap saja setiap aku bermain game,melihat kartu Yu-Gi-Oh aku selalu teringat padamu.Aku tak tahu kabarmu sekarang,tapi aku selalu mendoakan akan keadaanmu semoga kau ditempatkan ditempat yang baik. Aku hanya berharap lain kali kita bisa bermain game bersama lagi,bermain Yu-Gi-Oh bersama lagi,balapan sepeda bersama lagi dan semacamnya.Sampai jumpa lagi brother,insya Allah bulan puasa besok aku akan mengunjungi mu lagi,tapi mungkin belum untuk kerumahmu.Itu saja dariku semoga kau aman2 saja.

Goodluck brother,stay rock and sampai jumpa lain waktu kawan, SUPRATYANSAH EKA PUTRA(aku juga tidak yakin memang itu nama panjangmu,maafkan aku bila salah ye?oh yeaaah..hahahha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar